Berbekal Informatika dan Semangat Eksplorasi, Dorino Baharson Bangun Karier sebagai Head of AI & Data Solution

UNDIP, Semarang (2/6/26) – Dorino Baharson, lulusan S1 Informatika FSM UNDIP angkatan 2021, berhasil menyelesaikan studinya dengan predikat cumlaude pada awal 2025 dan kini meniti karier sebagai Head of AI & Data Solution di PT Rizki Tujuhbelas Kelola, Jakarta. Perjalanan kariernya menjadi bukti nyata bahwa kombinasi antara keunggulan akademik, keberanian untuk terjun langsung ke industri, dan semangat eksplorasi yang tak pernah padam dapat membuka peluang yang luas bahkan di bidang teknologi yang paling mutakhir sekalipun.

Sejak masa kuliah, Dorino sudah menunjukkan ketertarikan yang mendalam terhadap kecerdasan buatan dan rekayasa perangkat lunak. Ia tidak hanya mengandalkan perkuliahan di kelas, tetapi aktif mencari pengalaman nyata melalui berbagai program magang dan riset. Salah satu yang paling berkesan adalah pengalamannya magang di PT Pertamina Geothermal Energy, di mana ia berhasil membangun model machine learning untuk mendeteksi area manifestasi panas bumi dari citra udara yang diambil menggunakan drone. Model tersebut berhasil mencapai akurasi 97% dengan memadukan algoritma SLIC dan SVM sebuah pencapaian teknis yang tidak sederhana untuk seorang mahasiswa.

Tak hanya itu, Dorino juga turut berkontribusi dalam riset pengembangan sistem peringatan dini tsunami Indonesia bersama tim peneliti Informatika Universitas Diponegoro. Riset ini mengintegrasikan arsitektur Graph Neural Network (GNN) dan FMNet untuk menghasilkan prediksi tsunami yang lebih akurat dan komprehensif sebuah algoritma yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir Indonesia. Pengalaman ini memperkuat keyakinannya bahwa teknologi, bila diarahkan dengan tepat, bisa menjadi alat yang menyelamatkan nyawa.

Di sisi kompetisi, Dorino juga lolos tingkat universitas di GEMASTIK 2024, ajang bergengsi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Ia mengembangkan model deep learning berbasis arsitektur EfficientNetV2 untuk deteksi kanker kulit dari citra, dengan pendekatan hierarchical clustering guna mengatasi ketimpangan data. Model yang dihasilkan berhasil melampaui akurasi 95%, mempertegas kemampuannya dalam merancang solusi AI yang tidak hanya canggih tetapi juga relevan secara klinis.

Pengalaman-pengalaman tersebut membentuk fondasi yang kuat sebelum Dorino akhirnya terjun ke dunia profesional secara penuh. Ia pernah menjadi Backend Engineer dan System Analyst sekaligus di PT Metra-Net dengan penempatan di Kementerian Kelautan dan Perikanan, yang merupakan proyek strategis nasional Presiden Joko Widodo, di mana ia merancang arsitektur sistem dan API untuk aplikasi perizinan kapal berskala nasional yang digunakan oleh jutaan pengguna. Pengalaman lintas domain inilah yang kemudian mempersiapkannya untuk peran yang lebih strategis sebagai Head of AI & Data Solution.

Setelah resmi lulus, Dorino kembali berkontribusi di ekosistem Pertamina — kali ini sebagai AI Engineer di PT Informatika Perkasa Abadi dengan penempatan di PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. Di sini, ia merancang dan mengimplementasikan sistem Retrieval-Augmented Generation (RAG) yang memungkinkan organisasi mengakses dan memanfaatkan pengetahuan institusional dari ribuan arsip dokumentasi teknis secara cepat dan akurat. Ia membangun pipeline pemrosesan data yang mengubah dokumen teknis geothermal yang tidak terstruktur menjadi vector embeddings, serta merancang arsitektur vector database yang mampu mengelola jutaan embeddings secara efisien. Pengalaman ini memperdalam keahliannya dalam penerapan Generative AI untuk kebutuhan industri energi yang kompleks, sekaligus mempertegas rekam jejaknya sebagai engineer yang mampu menghadirkan solusi AI berdampak nyata di lingkungan enterprise.

Bagi Dorino, ilmu Informatika bukan sekadar tentang kode dan algoritma. “Informatika sangat berguna di domain apapun, karena inti dari ilmu ini adalah memecah masalah besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan menyelesaikannya satu per satu. Cara berpikir itulah yang membuat saya bisa masuk ke domain mana pun dari energi, kelautan, hingga kesehatan dan tetap bisa memberikan solusi yang bermakna,” ungkapnya.

Kini, sebagai Head of AI & Data Solution, Dorino merancang dan memimpin inisiatif solusi AI yang mencakup Generative AI, deep learning, dan machine learning untuk kebutuhan bisnis skala enterprise. Ia menjadi jembatan antara inovasi teknologi dan kebutuhan operasional organisasi  sebuah peran yang menuntut tidak hanya keahlian teknis, tetapi juga kemampuan berpikir strategis dan komunikasi yang kuat.

Kepada mahasiswa FSM UNDIP, Dorino berpesan agar tidak ragu untuk terjun langsung dan mencoba hal-hal baru sejak dini. Jangan menunggu lulus untuk mulai membangun pengalaman  setiap magang, riset, kompetisi, dan proyek kecil yang Anda kerjakan hari ini adalah investasi nyata untuk karier Anda esok hari. Di era AI yang berkembang pesat ini, yang paling dibutuhkan bukan hanya mereka yang paham teknologi, tetapi mereka yang berani menggunakannya untuk memecahkan masalah yang nyata.