Pegundan, 5 Agustus 2026 — Tim II KKN Universitas Diponegoro (Undip) Tahun 2026 Desa Pegundan melaksanakan kegiatan “Pendampingan Implementasi Modul Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk Guru SD/MI Fase C (Kelas V dan VI)” pada Rabu, 5 Agustus Kegiatan ini diikuti oleh guru kelas V dan VI sebagai upaya mendukung kesiapan guru dalam menerapkan pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial di sekolah dasar.
Kegiatan diawali dengan pengenalan kebijakan pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial serta alasan pentingnya pembelajaran tersebut bagi siswa. Guru juga diajak memahami konsep dasar Koding melalui berpikir komputasional, meliputi dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma. Sementara pada materi AI, guru diperkenalkan dengan konsep mesin cerdas, cara AI belajar dari data, serta pentingnya penggunaan teknologi secara bijak dan beretika.
Selanjutnya, peserta diperkenalkan dengan Modul Pendamping Guru yang telah disusun untuk membantu guru memahami dan menerapkan materi dalam pembelajaran. Modul tersebut berisi ringkasan materi, tujuan pembelajaran, gambaran materi, persiapan guru, catatan implementasi, serta saran alternatif pembelajaran ketika perangkat terbatas.
Dalam sesi diskusi, salah satu guru menyampaikan bahwa materi Koding dan Kecerdasan Artifisial masih tergolong baru bagi mereka. Guru juga mengungkapkan bahwa buku Koding dan Kecerdasan Artifisial baru pertama kali diterima pada tahun ini sehingga masih membutuhkan pendampingan untuk memahami materi dan cara menyampaikannya kepada siswa.
“Kami masih cukup bingung karena ini merupakan hal yang baru bagi kami. Bukunya juga baru pertama kali kami terima tahun ini, jadi masih perlu belajar bagaimana cara menyampaikan materinya kepada anak-anak,” ungkap salah satu guru.
Selain modul, guru juga diperkenalkan dengan platform Erlangga AI sebagai salah satu pendukung pembelajaran. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi mengenai penerapan pembelajaran di kelas, termasuk alternatif kegiatan yang dapat dilakukan apabila fasilitas perangkat digital terbatas.
“Kami berharap pendampingan ini bisa membantu Bapak/Ibu lebih percaya diri untuk memulai. Pembelajaran Koding dan AI tidak harus selalu rumit; yang terpenting adalah bagaimana siswa diajak berpikir, mencoba, dan menggunakan teknologi secara bijak,” ujar Indah, selaku pemateri.
Program ini mendukung SDGs tujuan ke-4, Pendidikan Berkualitas, melalui upaya meningkatkan kesiapan guru dan memperluas akses terhadap pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi. Selain itu, program juga berkaitan dengan SDGs tujuan ke-9, Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, khususnya dalam pengenalan teknologi dan pengembangan kompetensi digital sejak jenjang pendidikan dasar.
Melalui kegiatan ini, Tim II KKN Undip berharap pendampingan yang diberikan dapat membantu guru lebih siap dalam mengimplementasikan pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial serta menciptakan pengalaman belajar yang relevan bagi siswa di era digital.